News

Prabowo Minta Anak Muda Jangan Cuma Incar Jadi ASN, Harus Jadi Pengusaha

Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto meminta generasi muda Indonesia tidak hanya bercita-cita menjadi aparatur sipil negara atau ASN, tetapi juga berani terjun ke dunia usaha dan menjadi pengusaha.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu.

"Kita ingin anak-anak muda jangan semua minta jadi ASN, jangan semua minta jadi pemerintah. Tapi harus berani untuk bersaing dengan dunia usaha," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, pemerintah ingin membuka lebih banyak pendidikan kewirausahaan atau entrepreneurship untuk mencetak pengusaha muda baru di Indonesia.

Ia menilai Indonesia membutuhkan sektor swasta yang kuat dan dinamis dengan pelaku usaha yang punya inovasi, keberanian mengambil risiko, serta kemampuan manajemen yang baik.

Selain pendidikan kewirausahaan, pemerintah juga sedang menyiapkan dukungan pembiayaan untuk perusahaan rintisan atau startup yang dibangun anak muda setelah menyelesaikan pelatihan.

Prabowo mengatakan dukungan itu penting agar generasi muda memiliki kesempatan berkembang menjadi pengusaha yang kuat dan mampu menciptakan lapangan kerja baru.

"Kita harus dorong mereka, memberi kesempatan mereka untuk tumbuh jadi pengusaha-pengusaha yang kuat, pengusaha-pengusaha yang baru. Demokrasi ekonomi artinya janganlah yang itu-itu saja," ujarnya.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menegaskan upaya memperbaiki tata kelola ekonomi nasional bukan berarti pemerintah anti terhadap sektor swasta.

Ia menyebut ekonomi Indonesia harus dibangun dengan konsep Indonesia Incorporated yang mengedepankan semangat kekeluargaan dan gotong royong.

Menurut Prabowo, pihak yang kuat harus membantu yang lemah, sementara kelompok yang lemah dapat berkembang lewat kerja sama seperti koperasi.

Prabowo juga mengatakan sistem ekonomi yang paling cocok untuk Indonesia adalah ekonomi jalan tengah yang mengambil sisi terbaik dari sosialisme dan kapitalisme.

"Justru kita maksudkan bahwa ekonomi yang cocok untuk Indonesia adalah ekonomi jalan tengah. Ekonomi yang berani mengambil yang terbaik dari sosialisme dan yang terbaik dari kapitalisme. Kita butuh peran negara, kita butuh perlindungan negara, kita butuh pengawasan dan kita butuh keberpihakan dari negara untuk menjamin keadilan dan pemerataan," kata Prabowo.

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: